DURI-SDS Pelopor mengadakan sosialisasi mengenai “Edukasi Pencegahan Perundungan (bullying), Tindak Kekerasan, dan Pendidikan Seksual Dini pada Anak Sekolah Dasar” yang dilaksanakan pada Kamis, 14 April 2022 pukul 08.00-10.00 di gedung Dhammasekha. Pengawas Pendidikan yaitu Ibu Jeminah, S.Pd, M.M.Pd, yang menjadi narasumber dalam sosialisasi hari ini.
“Sosialisasi ini mengangkat permasalahan yang terjadi pada siswa, yang mana tujuan dari sosialisasi ini agar siswa diberi pengenalan, karakteristik, macam-macam perundungan (bullying) serta dampak dari perundungan (bullying) itu sendiri sehingga anak mampu untuk mengatasi apabila ada orang yang melakukan tindakan intimidasi kepada diri kita”, ucap salah satu panitia sosialisasi.
Banyak faktor yang menyebabkan kasus perundungan (bullying) ini terjadi, sehingga pelaku melakukan perundungan (bullying) terhadap teman di sekitarnya. Menurut Ibu Jeminah selaku Pengawas Pendidikan mengatakan bahwa pelaku perundungan (bullying) adalah mereka yang kurang pergaulan, perhatian, harga diri rendah, dan kemampuan adaptasi yang buruk juga akibat korban sebelumnya.
Perilaku perundungan (bullying) dapat menyakiti siswa sehingga mereka merasa tidak diinginkan dan ditolak oleh lingkungannya. Hal ini tentu akan membawa efek kepada berbagai kegiatan siswa di sekolah. Saat ini kasus perundungan (bullying) banyak terjadi di sekolah terutama di Sekolah Dasar (SD). Banyak pihak menyadari perundungan (bullying) terjadi apabila sudah terjadi kekerasan ataupun korban jiwa, namun perundungan (bullying) sendiri tidak selalu harus ditandai dengan kekerasan fisik pada korbannya.
Selain permasalahan tentang perundungan (bullying), pendidikan seksual juga tidak kalah penting, guna mengantisipasi terjadinya tindakan- tindakan pelecehan yang tidak diinginkan. Pendidikan seksual selama ini dianggap tabu dan sering diabaikan oleh orangtua untuk dibahas kepada anak. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi ini penting untuk dilaksanakan.
Dengan adanya sosialisasi tentang perundungan (bullying) maka pihak sekolah berharap hal itu tidak terjadi di lingkungan sekolah dan siswa mampu menjaga diri sehingga dapat terhindar dari tindakan perundungan (bullying). (l/d)