Setiap orang adalah guru dan setiap rumah atau tempat adalah sekolah

Ditulis oleh pada 23 May 2022
Setiap orang adalah guru dan setiap rumah atau tempat adalah sekolah

Oleh : Andan Prayoga

 

Foto di atas, bukanlah pementasan drama dalam rangka perpisahan ataupun peringatan hari-hari tertentu. Foto tersebut merupakan momen ketika siswa-siswi SMPS Pelopor memperagakan cerita fabel.

 

        Kita sering sekali mendengar filosofi “Setiap orang adalah guru dan setiap rumah/tempat adalah sekolah”. Sebuah filosofi dari Bapak Pendidikan Indonesia sekaligus pendiri Sekolah Taman Siswa, yaitu Ki Hajar Dewantoro. Filosofi ini ini, bisa diartikan bahwa kita bebas berguru kepada siapa pun dan kita bisa menimba ilmu dimanapun tempatnya. Misalnya kita bertemu pedagang di pasar, maka kita bisa berguru bagaimana strategi memasarkan dagangan tersebut dan sebagainya.

 

        Rasanya, filosofi di atas tepat menggambarkan pembelajaran bahasa indonesia saat itu. Pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di dalam ruangan, kali ini dilaksanakan di luar ruangan. Selain memberikan suasana baru, hal ini juga melatih mental siswa secara langsung. Bagaimana tidak melatih mental. Mau tidak mau, mereka akan pentas di depan teman-temannya sekaligus di depan anak-anak dari kelas lain yang sedang berolahraga.

 

        Pembelajaran drama di luar ruangan ini, juga menuntut siswa untuk lebih keras dalam bervokal. Sebab di luar ruangan, mereka dituntut untuk bersaing dengan suara lain, bisa berupa lalu lalang sepeda motor, bisa juga suara anak-anak dari kelas lain.

 

        Tak hanya itu, pembelajaran di luar ruangan seperti ini, mereka juga dapat belajar dari teman-temannya langsung. Mereka bisa mengamati bagaimana penampilan teman-teman ketika berpentas di luar ruangan ini. Contoh kasus misalnya, ada anak yang pentas kurang maksimal. Nah, dirinya bisa mengamati langsung mengapa demikian terjadi. Apakah karena ada rasa grogi pentas di depan banyak orang, atau karena memang persiapan yang kurang matang, dan lain sebagainya.

 

        Singkatnya, pembelajaran di luar ruang patut untuk dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran. Selain akan memberikan suasana baru bagi siswa, pembelajaran seperti ini juga memberikan manfaat yang luar biasa bagi peserta didik. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa pembelajaran seperti ini memerlukan pengawasan yang ekstra. Guru dituntut untuk selalu mengawasi peserta didik agar mereka tetap fokus dan penuh perhatian pada pembelajaran saat itu. Sebab pembelajaran seperti ini, perhatian siswa akan mudah sekali goyah. Jika kita bijak, hal itu bukanlah sebuah kelemahan. Hal itu sebaiknya kita jadikan sebagai tantangan seorang guru. Apakah sanggup mengatasi tantangan tersebut atau tidak.

 

Baca lebih banyak tentang tulisan-tulisan seperti ini melalui website: www.anakbahasa.com

Bagikan: Thumbnail

Copyright ©2024 SEKOLAH PELOPOR DURI. All Rights Reserved